International

Proposal Damai AS ke Iran Terungkap, Tapi Perang dan Krisis Energi Belum Mereda

Amerika Serikat dilaporkan mengirimkan proposal perdamaian 15 poin kepada Iran melalui Pakistan di tengah perang yang telah memasuki pekan keempat. Namun, belum ada kepastian soal respons Teheran, sementara serangan militer dan krisis energi akibat gangguan di Selat Hormuz masih berlanjut.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi ketegangan AS dan Iran di tengah proposal damai, perang yang berlanjut, dan krisis energi akibat gangguan di Selat Hormuz

Ekonomi Israel kontraksi pada kuartal I 2026 akibat dampak perang Iran dan ketegangan Timur Tengah

Emitenhub.com - Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengirimkan proposal perdamaian kepada Iran melalui Pakistan. Isu ini menambah dimensi diplomatik di tengah ketegangan yang masih membayangi hubungan kedua negara.

Laporan The New York Times yang dikutip pada Rabu, 25 Maret 2026, menyebut proposal tersebut terdiri atas 15 poin, berdasarkan keterangan sejumlah sumber.

Poin-poin dalam proposal itu disebut mencakup program nuklir Iran, rudal balistik, hingga lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Isu tersebut menempatkan aspek keamanan kawasan dan stabilitas energi global dalam satu paket pembahasan diplomatik.

Hingga kini belum ada kejelasan apakah Iran menerima proposal tersebut. Sikap Israel terhadap upaya diplomasi AS juga belum terungkap secara pasti, sehingga arah negosiasi masih dipenuhi ketidakpastian.

Presiden AS Donald Trump pada awal pekan ini mengklaim negosiasi dengan Iran telah dimulai, tetapi pernyataan itu langsung dibantah Teheran. Perbedaan sikap tersebut menunjukkan jalur diplomasi yang disebut terbuka masih belum sepenuhnya terkonfirmasi di level publik.

Laporan Channel 12 dari Israel juga menyebut Washington telah mengirimkan proposal perdamaian kepada Teheran. Dalam laporan itu, AS dikabarkan menginginkan gencatan senjata selama satu bulan.

Untuk saat ini, belum ada tanda bahwa perang akan segera mereda. Gedung Putih menyatakan jalur diplomasi masih berjalan, tetapi serangan militer AS dan Israel terhadap Iran tetap berlanjut.

Konflik antara AS-Israel dan Iran kini telah memasuki pekan keempat. Penutupan Selat Hormuz serta serangan terhadap infrastruktur minyak dan gas di kawasan Teluk memicu krisis energi dan mengguncang perekonomian global.

Iklan