Market

Isu Perubahan Free Float MSCI Menguat, PANI hingga BUMI Berpeluang Masuk Indeks

MSCI berencana mengubah metode perhitungan free float saham emiten Indonesia, membuka peluang masuk indeks global. Sejumlah analis menilai PANI, BUMI, ADMR, hingga PTRO berpotensi masuk dalam rebalancing MSCI Februari 2026, meski volatilitas dan risiko spekulasi tetap perlu dicermati.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Pergerakan saham emiten Indonesia jelang rebalancing indeks MSCI Februari 2026

Pergerakan saham emiten Indonesia jelang rebalancing indeks MSCI Februari 2026

Emitenhub.com - Keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk mengubah metode perhitungan free float saham emiten Indonesia menjadi salah satu sentimen yang dinanti pelaku pasar, seiring peluang masuk ke dalam indeks global.

Sebagaimana diketahui, pada 27 Oktober 2025, MSCI mengumumkan membuka masukan dari pelaku pasar terkait penggunaan Monthly Holding Composition Report milik Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai referensi tambahan dalam menghitung free float saham.

Isu free float tersebut dinilai krusial bagi emiten yang menargetkan masuk ke dalam indeks MSCI. Sejumlah emiten terpantau mulai menata ulang struktur kepemilikan saham guna meningkatkan porsi free float sekaligus memperbaiki likuiditas perdagangan.

Head of Research Kisi Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) berpeluang masuk dalam rebalancing MSCI pada Februari 2026. Peluang tersebut terbuka mengingat PANI memiliki kapitalisasi pasar yang besar, dengan catatan mampu memenuhi ketentuan free float.

Selain PANI, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) juga dinilai berpotensi naik kelas ke Global Standard Index apabila rata-rata nilai transaksi hariannya memenuhi standar likuiditas terbaru MSCI.

“Jelang pengumuman biasanya ada kenaikan volatilitas karena spekulasi pasar,” ujar Wafi kepada Kontan, Kamis (8/1/2026).

Menurut Wafi, jika PANI berhasil masuk dalam rebalancing MSCI, terdapat potensi aliran dana asing masuk ke saham tersebut. Meski demikian, ia mengingatkan investor untuk mewaspadai risiko buy on rumor, sell on news pada saat tanggal efektif, terutama mengingat valuasi saham PANI saat ini sudah tergolong mahal.

Wafi merekomendasikan strategi trading buy pada saham PANI dengan target harga di level Rp 13.200 per saham.

Sementara itu, Equity Research Analyst Indo Premier Sekuritas, Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan, menilai saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memiliki peluang terbesar untuk masuk ke dalam MSCI Standard Cap Index pada peninjauan indeks Februari 2026.

Dalam riset tersebut juga disebutkan bahwa PT Petrosea Tbk (PTRO) memiliki peluang terbesar kedua untuk masuk ke MSCI Standard Cap Index. “Sama seperti BUMI, PTRO juga merupakan anggota MSCI Small Cap Indonesia Index,” tulis keduanya.

Iklan