Market

OJK Luncurkan Roadmap Ekosistem Bulion 2026–2031, Dorong Hilirisasi Emas dan Pendalaman Pasar

Otoritas Jasa Keuangan bersama pemerintah meluncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Kegiatan Usaha dan Ekosistem Bulion 2026–2031. Peta jalan ini disiapkan untuk memperkuat ekosistem emas nasional serta mendorong hilirisasi dan pendalaman pasar keuangan.

3 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Peluncuran roadmap ekosistem bulion Indonesia oleh OJK dan pemerintah di Jakarta

Peluncuran roadmap ekosistem bulion Indonesia oleh OJK dan pemerintah di Jakarta

Emitenhub.com - Upaya memperkuat ekosistem bulion nasional mulai diarahkan melalui penyusunan peta jalan jangka menengah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama sejumlah kementerian dan lembaga meluncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Kegiatan Usaha dan Ekosistem Bulion 2026–2031 untuk mendorong hilirisasi emas sekaligus memperdalam pasar keuangan domestik.

Peluncuran roadmap tersebut dilakukan dalam forum bertajuk “Peringatan 1 Tahun Kegiatan Usaha Bulion: Launching Indonesia’s Bullion Ecosystem Roadmap – Consolidating the First Year, Strengthening the Next Phase” yang digelar di Jakarta pada Jumat (6/3/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama OJK dengan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait dalam pengembangan ekosistem bulion nasional.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam agenda tersebut, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, serta Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman.

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan dan Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk Anggoro Eko Cahyo.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan OJK terus mendorong pengembangan kegiatan usaha bulion oleh lembaga jasa keuangan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperdalam pasar keuangan nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Kegiatan usaha bulion yang diatur oleh OJK diharapkan dapat mendukung hilirisasi di sektor emas,” ujar Dian.

Menurut Dian, penguatan ekosistem bulion membutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi tersebut dinilai penting agar sektor emas mampu memberikan nilai tambah lebih besar bagi perekonomian nasional.

“Seluruh pihak memiliki peran penting dalam membentuk suatu ekosistem di sektor emas yang dikenal sebagai ekosistem bulion,” jelas Dian.

Sektor emas dinilai memiliki ruang pengembangan yang luas sebagai instrumen investasi sekaligus penguat ekosistem bulion nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan potensi tersebut semakin terlihat di tengah perkembangan pasar emas global.

Airlangga menyoroti kenaikan harga emas dunia dalam satu tahun terakhir. Pada saat peluncuran awal kegiatan bulion, harga emas global masih berada di kisaran USD3.000 per troy ounce.

Kini harga emas global telah melampaui USD5.000 per troy ounce.

“Kalau investasi ini setahun sudah sekitar 60% kenaikannya,” kata Airlangga.

Menurut Airlangga, sektor emas memiliki rantai nilai yang lengkap mulai dari kegiatan pertambangan hingga pengembangan berbagai produk jasa keuangan berbasis emas.

Roadmap Pengembangan dan Penguatan Kegiatan Usaha dan Ekosistem Bulion 2026–2031 disusun melalui kolaborasi antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, OJK, serta berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem bulion nasional.

Dokumen strategis tersebut dirancang untuk mendukung implementasi pengembangan ekosistem bulion di Indonesia. Fokusnya mencakup penguatan kegiatan usaha bulion yang dijalankan oleh lembaga jasa keuangan.

Melalui roadmap tersebut, pemerintah dan regulator menargetkan ekosistem bulion nasional semakin kuat. Langkah ini juga diarahkan untuk mendorong hilirisasi emas serta memperdalam pasar keuangan domestik.

Iklan